Rabu, 31 Juli 2019

Tugas 3 Manajemen Kelas di SD

Tugas
Manajemen Kelas di SD
 “ Manajemen Kelas ”




Oleh
Febria Andayeni
(1620146)

KELAS : 7.4/ PGSD

DOSEN PEMBIMBING :
Yessi Rifmasari,M.Pd

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
STKIP ADZKIA PADANG
                                    2019




A.    Konsep Manajemen Kelas

Manajemen kelas terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Manajemen merupakan rangkaian usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan orang lain, sedangkan yang dimaksud dengan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dalam kelas tersebut, guru berperan sebagai manajer utama dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, dan melaksanankan pengawasan atau supervisi kelas.5 Menurut konsepsi lama, manajemen kelas adalah sebagai upaya untuk mempertahankan ketertiban kelas. Sementara itu menurut konsepsi modern, manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas.
Darling-Hammond (2005: 330 – 332) memaparkan pengertian manajemen kelas sebagai suatu aksi yang dilakukan guru dalam menciptakan dan memelihara lingkungan belajar agar tetap kondusif bagi siswa dan guru untuk mecapai tujuan instruksional.
Manajemen kelas yang dahulu lebih berfokus pada konsep intervention  yang menempatkan guru sebagai sosok yang otoriter dan pemberi hukuman kepada siswa yang menyimpang perilakunya dalam kelas, bergeser kepada konsep prevention yaitu guru sebagai pengembang komunitas kelas untuk melaksanakan rutinitas akademik melalui serangkaian kegiatan yang membangun (constructive work). Paradigma terkini tersebut menempatkan guru sebagai leadership qualities and effective teaching and motivational skill (McLaughlin, 1994). 
Untuk berhasil dalam posisi ini, dalam manajemen kelas, Jones (1998: xiii-xiv) berpendapat bahwa guru hendaknya memiliki keterampilan- keterampilan sebagai berikut:
1.      mampu mengembangkan pemahaman yang utuh mengenai kondisi personal/ psikologikal dan kebutuhan siswa,
2.      mengembangkan hubungan positif antara guru-siswa, siswa-siswa yang akan membantu tercapainya kebutuhan psikologis dasar siswa dan terbangunnya komunitas yang efektif di dalam kelas,
3.      menerapkan metode instruksional yang memfasilitasi pembelajaran secara optimal dengan tetap mencermati kebutuhan akademik individual maupun kelompok siswa,
4.      mengembangkan sistem manajemen organisasional dan kelompok dengan  memaksimalkan berbagai aktivitas belajar dan perilaku siswa,
5.      menanggapi secara efektif setiap ketidaknyamanan situasi belajar dan perilaku tidak wajar dari siswa  dengan mengembangkan sistem konseling yang melibatkan siswa untuk merefleksikan dan memperbaiki perilaku yang tidak mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
Dari beberapa pendapat tersebut tampak bahwa manajemen kelas tidak hanya sebatas pada aktivitas guru dalam mempersiapkan dan membuat setting kelas untuk belajar dan memberikan pujian atau hukuman atas respon positif dan negatif siswa, tetapi lebih dari hal-hal tersebut. Manajemen kelas merupakan aktivitas integratif yang meliputi
1.      pengembangan hubungan belajar,
2.      perwujudan dan penataan struktur komunitas kelas yang saling menghargai satu dengan yang lainnya,
3.      pengorganisasian aktivitas belajar yang produktif dalam kurikulum yang bermakna,
4.      pengembangan moral,
5.      pembuatan keputusan mengenai waktu dan aspekaspek praktis instruksional,
6.      peningkatan motivasi pembelajar, dan
7.      peningkatan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Tujuan dari classroom management meliputi pencapaian tingkat akademik tertentu, social and emotional development, terjadinya kolaborasi positif, dan perkembangan karakter siswa (Silvestri,2001).

Jadi, manajemen kelas itu sangat perlu dilakukan di SD karena hal itu akan berpengaruh pada proses pembelajaran siswa, Sementara itu, manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas. Manajemen kelas perlu dilakukan karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal.


B.   TUJUAN MANAJEMEN KELAS








Tujuan Manajemen Kelas Dalam proses manajemen kelas keberhasilannya dapat dilihat dari tujuan apa yang ingin dicapainya, oleh karena itu guru harus menetapkan tujuan apa yang hendak dicapai dengan kegiatan manajemen kelas yang dilakukannya.

Secara umum, manajemen kelas bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan tersebut akan dapat berjalan efektif dan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Menurut Sudirman dkk., tujuan manajemen kelas adalah menyediakan fasilias dari bermacam-macam kegiatan belajar peserta didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan peserta didik belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberi kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi.

 Tujuan manajemen kelas menurut Direktorat Jenderal Pemerintah Umum dan Otonomi Daerah dan Diretorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana dikutip oleh Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, sebagai berikut;

1.      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung adan memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual peserta didik dalam kelas.
4.      Membina dan membimbing peserta didik sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.

Sedangkan secara lebih khusus Syaiful Bahri Djamarah yang dikutip oleh Novan Ardi Wiyani, mengungkapkan tujuan manajemen kelas sebagai berikut:
1.      Untuk peserta didik
a.       Mendorong peserta didik mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri.
b.      Membantu peserta didik mengetahui perilaku yang sesuai dengan tata tertibkelas dan memahami jika teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c.       Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas dan pada kegiatan yang diadakan.

2.      Untuk guru
a.       Mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.
b.      Menyadari kebutuhan peserta didik dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada peserta didik.
c.       Mempelajari bagaimana merespons secara efektif terhadap tingkah laku peserta didik yang mengganggu.
d.      Memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungannya dengan masalah perilaku peserta didik yang muncul di dalam kelas.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan manajemen kelas adalah untuk menciptakan kondisi suatu kelas menjadi lingkungan belajar yang kondusif, efektif dan menyenangkan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal.

C. PROSES MANAJEMEN KELAS

Proses Manajemen Kelas
1.      Merumuskan Kondisi Kelas Yang di Kehendaki
      Manajemen kelas adalah proses yang bertujuan, yaitu guru menggunakan berbagai strategi manajerial untuk mencapai tujuan yang telah di rumuskan dan di identifikasi dengan baik. Oleh karena itu, tahap pertama yang harus dilakukanguru ialah merumuskan spesifikasi kondisi kelas yang dikehendaki, sebagai suatu kondisi ideal. Untuk itu seorang guru perlu memiliki konsep yang jelas tentang kondisi.

2.      Menganalisis Kondisi Kelas Yang Ada Pada Saat Ini
      Kondisi kelas aktual adalah kondisi pada saat ini. Analisis kondisi kelas pada saat ini penting dilakukan untuk dibandingkan dengan kondisi ideal yang telah dirumuskan pada tahap satu.

      Analisis macam ini akan membantu guru untuk mengidentifikasi hal-hal berikut:
a.       Kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, dan menetapkan hal-hal yang segera memerlukan perhatian.
b.      Masalah-masalah potensial yang bisa muncul sekiranya guru tidak berhasil mencegahnya.
c.       Kondisi nyata yang perlu dipelihara, ditingkatan, dan dipertahankan karena merupakan kondisi yang dikehendaki.

3.      Memilih dan Mneggunakan Strategi Manajerial
      Setelah mengidentifikasi kesenjangan kondisi aktual dengan kondisi deal yang dirumuskan dalam masalah manajerial, langkah berikut adalah memilih dan menggunakan strategi yang akan dilakukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut atau memecahkan masalah, mencegah timbulnya masalah, dan memelihara kondisi positif yang telah terjadi. Guru dapat memilih lebih dari satu pendekatan manajerial di dalam mengembangkan kondisi kelas yang mendukung proses pembelajaran yang efektif.

4.      Menilai Efektivitas Manajerial
      Pada tahap keempat ini guru bernilai upayanya sendiri. Sampai dimana upaya yang dilakukan itu dalam mengembangkan dan memelihara kondisi yang dikehendaki, serta sampai dimana upaya itu dapat mempersempit kesenjangan antara kondisi aktual dengan kondisi ideal. Penilaian ini difokuskan kepada dua perangkat perilaku, yaitu perilaku guru dan perilaku peserta didik. Dalam hal pertama guru menilai sampai dimana perilaku dan strategi manajerial yang digunakan dapat menumbuhkan kondisi yang dikehendaki. Dan dalam hal kedua, guru menilai sampai dimana para peserta didik berperilaku sesuai dengan cara-cara dikehendaki. Untuk keprluan penilaian yang dimaksud, data dapat dikumpulkan dan dari tiga sumber, yaitu guru, peserta didik, dan pengamat luar.



D. Strategi Manajemen Kelas



         Strategi Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran,strategi pembelajaran adalah rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran tyang terkait dengan pengelolaan siswa di kelas, pengelolaan guru, pengelolaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber belajar dan penilaian (asesmen) agar pembelajaran lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Strategi pembelajaran erat hubungannya dengan Tehnik pembelajaran. Tehnik pembelajaran adalah


a. Menciptakan suasana atau kondisi kelas yang optimal
Seorang guru harus bisa menciptakan suasana atau kondisi dari kondisi interaksi pendidikan dengan jalan menciptakan kondisi baru yang menguntungkan proses belajar mengajar sehingga siswa bersemangat dalam belajarnya. Keterampilan yang harus dimiliki guru yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar adalah sikap tanggap, membagi perhatian, dan pemusatan perhatian kelompok.

b. Berusaha menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang.
Seorang guru melakukakn identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di kelas. Sekolah itu guru memberikan teguran dan bimbingan serta pengarahan-pengarahan agar tercipta tingkah laku siswa yang mendukung kelancaran proses belajar mengajar.

c. Menciptakan Disiplin Kerja
Pembinaan disiplin kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin bisa dilakukan dengan cara membuat tata tertib kelas.

d. Menciptakan Keharmonisan antara guru dengan siswa
Keharmonisan hubungan guru dengan siswa mempunyai efek terhadap pengelolaan kelas terutama dalam meningkatkan efektifitas belajar mengajar. Hubungan guru dan siswa dikatakan baik apabila hubungan itu memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Saling keteergantungan antara satu dengan yang lain
2. Kebebasan yang memperbolehkan setiap orang tumbuh dan mengembangkan keunikannya, kreatifitasnya, dan kepribadiannya.
3. Saling memenuhi kebutuhan sehingga tidak ada kebutuhan satu orang pun yang tidak terpenuhi.







DAFTAR RUJUKAN



Maman, Rachman. 1998. Manajemen Kelas.Jakarta: Departemen Pendidikan        dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1982. Buku II: Modul Pengelolaan       Kelas.Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat       Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan      Tinggi.

Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas.Jakarta: Departemen Pendidikan        dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Majid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran. Bandung: Rosda Karya.



Senin, 29 Juli 2019

Tugas 2 Manajemen Kelas di SD

1. Pengertian Manajemen Pembelajaran
Manajemen pembelajaran dapat diartikan sebagai usaha ke arah pencapaian tujuan-tujuan melalui aktivitas-aktivitas orang lain atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain berupa peningkatan minat, perhatian, kesenangan, dan latar belakang siswa (orang yang belajar), dengan memperluas cakupan aktivitas (tidak terlalu dibatasi), serta mengarah kepada pengembangan gaya hidup di masa mendatang.1. Pengertian Manajemen Pembelajaran
Beberapa bagian terpenting dari manajemen pembelajaran antara lain:
1) penciptaan lingkungan belajar
2) mengajar dan melatihkan harapan kepada siswa
3) meningkatkan aktivitas belajar
4) meningkatkan disiplin siswa
Selain itu dalam penyusunan materi diperlukan pula rancangan tugas ajar dalam wilayah psikomotrik, rancangan tugas ajar dalam wilayah kognitif, serta rancangan tugas ajar dalam wilayah afektif.
2. Tujuan Manajemen Pembelajaran
Manajemen pembelajaran bertujuan untuk:
  1. Pencapaian pengajaran dengan menitik beratkan pada peningkatan kualitas interaksi belajar mengajar.
  2. Mengembangkan sumber daya manusia dengaan mengacu pada pendayagunaan seoptimal mungkin.
  3. Pencapaian visi dan misi pendidikan nasional.
  4. Meningkatkan kualitas belajar mengajar disuatu pendidikan tertentu.

3. Kebijakan Tentang Manajemen Pembelajaran


Kebijakan adalah aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi, yang bersifat mengikat, yang mengatur prilaku dengan tujuan untuk menciptakan tata nilai baru dalam masyarakat. Kebijakan akan menjadi rujukan utama para anggota organisasi atau anggota masyarakat dalam berprilaku.


Kebijakan pendidikan di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, diarahkan untuk mencapai hal-hal sebagai berikut:
1.      Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti;
2.      Meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan;
3.      Melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, berupa diversifikasi kurikulum untuk melayani keberagaman peserta didik, penyusunan kurikulum yang berlaku nasional dan lokal sesuai dengan kepentingan setempat, serta diversifikasi jenis pendidikan secara professional;
4.      Memberdayakan lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap, dan kemampuan, serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana memadai;
5.      Melakukan pembaharuan dan pemantapan sistem pendidikan nasional berdasarkan prinsip desentralisasi, otonomi keilmuan dan manajemen;
6.      Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
7.      Mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak  dukungan dan lindungan sesuai dengan potensinya;
8.      Meningkatkan penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk teknologi bangsa sendiri dalam dunia usaha, terutama usaha kecil, menengah, dan koperasi
4. Peran guru dalam Manajemen Kelas
Pendidikan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia bertujuan  untuk mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam peraturan pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Indonesia. Pasal 19 dari peraturan pemerintah ini berbunyi sebagai berikut :Proses pembelajaran pada satuan pendidikandiselenggarakan secara interaktif, inspiratif,menyenangkan,menantang,memotivasi peserta didik untuk berpartisifasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selain ketentuan sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1), dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efesien.
Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikanya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran.Peran seorang guru pada pengelolaan kelas sangat penting khususnya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik.Masalah pengelolaan kelas berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran.Karena itu, pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting dikuasai dalam rangka proses pembelajaran.Pengelolaan kelas lebih berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar yang di dalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas.Pengelolaan kelas menjadi tugas dan tanggung jawab guru dengan memberdayakan segala potensi yang ada dalam kelas demi kelangsungan proses pembelajaran.
Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas
5. Kode Etik Guru

Kode etik guru merupakan pedoman yang mengatur hubungan guru dengan teman kerja, murid dan wali murid, pimpinan dan masyarakat serta dengan misi tugasnya. Menurut Oteng Sutisna bahwa pentingnya kode etik guru dengan teman kerjanya difungsikan sebagai penghubung serta saling mendukung dalam bidang mensukseskan misi dalam mendidik peserta didik.
Kode Etik Guru merupakan pedoman sikap dan perilaku yang bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang.
Menurut Basuni, Ketua Umum PGRI menyatakan bahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru (PGRI, 1973). Menurutnya, kode etik guru Indonesia terdapat dua unsur pokok yaitu sebagai landasan moral, sebagai pedoman tingkah laku.
Kode etik guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia. Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat dan warga negara. Pedoman sikap dan perilaku yang dimaksud adalah nilai-nilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk, yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar,membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah.
Kode etik guru bersumber dari nilai-nilai agama dan Pancasila; nilai-nilai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional; serta nilai-nilai jati diri, harkat dan martabat manusia yang meliputi perkembangan kesehatan jasmaniah, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual.

Daftar Rujukan
Abidin, Said Zainal. 2006. Kebijakan Publik. Jakarta: Suara Bebas
Usman, M.U. 2003. Menjadi Guru Profesional.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yamin, Martinis dan Maisah. 2009. Manajemen Pembelajaran Kelas. Jakarta: GP Press

Tugas 14 Manajemen Kelas di SD

A. Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat     Secara etimologis hubungan masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa Inggri...